Me!

YO WASSUP !

Holla! I'm Nabila Alya Ramadhina but you can call me by nickname, it's Alzeya! i just joined blog this year so actually i don't even know what people usually do in their own blog~ but i'm writing here and i hope you willing to read those hehe i'm 14yo and i'm an exofan. asking me over here www.ask.fm/growlseductively and follow me www.twitter.com/xeyeol thank you xoxo

Selasa, 21 Januari 2014

Oh Sehun and the Goddess of Hearth (chapter 4)

Title : Oh Sehun and the Goddess of Hearth (Oh Sehun dan sang Dewi Perapian)

Main Casts : Sehun, Kai and Sharley (all of exo's members are including too)

Genre : Greek Mythology, Action, Thriller

Author : 92940lyf (changed my username)

hello guys! this is the fourth chapter, special for kaisoo~ semoga ngerti dengan alur ceritanya ya haha and please kindly check the trailer of this fanfiction for getting the more feels thanks trailer


Kai P.O.V

Aku berharap kalau aku adalah Sehun. Mungkin aku bisa terbang menembus tanah yang menimbun kami sebelum terjatuh. Aku tidak bisa berteleportasi, konsentrasiku terlalu buyar, pikiranku melayang-layang. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Sehun, mungkin dia terbang sambil membawa Sharley dan meninggalkan aku karena notabenenya, aku yang membuat mereka terperosok. Hingga aku tak sadar kalau aku pingsan.

Kenangan menyakitkan berkelebat di dalam pikiranku, aku kembali ke masa lalu. Aku tidak mau mengingatnya, saudaraku yang seharusnya tidak kembali lagi, Do Kyungsoo.
Umurku masih delapan tahun ketika Ayah membawaku ke Dunia Bawah dengan cara meretakkan petak rumput di belakang rumahku, aku terjatuh dan tak sadarkan diri selama berminggu-minggu.
"Tidak apa-apa, Nak. Kau lebih aman disini." Kata Ayah saat pertama kali berbicara padaku. Dia berkulit putih pucat hampir transparan, rambutnya cepak terpangkas rapi, sosoknya berdenyar. Ayah mengajariku mengendalikan kekuatan Hades, memberikanku senjata yaitu sebilah pedang dari besi stygian, awalnya tidak berjalan lancar. Aku berteriak histeris dan mencincing lari ketika membuat tengkorak manusia yang tergolek bangkit kembali.

"Demi tulang dan bau kuburan!" Kata Hades. "Itu tengkorak mu, Dungu. Untuk apa ketakutan? Dia patuh terhadapmu seorang."
Aku menjalani kehidupan yang mengerikan untuk seorang anak yang masih kecil. Terlebih lagi, ibu tiriku tak serendah hati yang kukira.

"Sudahlah, lebih baik disini daripada di perkemahan tolol itu. Kau pasti dikucilkan." Bentaknya.
Aku tidak mengerti apa yang dibicarakannya, yang jelas dua tahun ku lalui bersama orang-orang mati. Bersama nyawa mereka yang berjalan tanpa tujuan, berusaha mengingat siapa dirinya. Peliharaanku Ceberus, anjing neraka yang menjaga pintu Padang Hukuman.
Hingga ketika ulang tahunku yang ke sepuluh, aku kedatangan seorang saudara. Dia lebih tua satu tahun, mempunyai bola mata yang besar dan rambutnya dipotong mangkok. Aku pasti bakal tertawa nonstop kalau suasana tidak canggung.
Ayah datang, tapi dia berbeda. Kulitnya kuning langsat dan berwajah lebih tegas. Aku tahu kalau dia bukan dalam wujud Hades, tapi dalam wujud romawinya, Pluto.
"Kalian harus akur. Biarlah mereka bilang kalau Yunani dan Romawi tidak bisa bersatu, bagiku kalian bisa. Jangan kecewakan aku." 
Hades sebagai Pluto adalah Dewa Kekayaan. Kekuataan Kyungsoo membuatku iri, dia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan logam mulia dari dalam tanah. Emas, Perak bahkan perunggu langit yang sangat langka. Instingnya bekerja sangat baik di dalam tanah, seakan ada petunjuk bercahaya di sepanjang jalan yang ia lalui. Permainan petak umpet adalah yang terburuk, Kyungsoo tidak pernah tidak menemukanku. Dia membauiku dengan besi stygian yang tersampir di pinggangku. Kyungsoo hidup lebih baik daripada aku, dia tidak pernah kekurangan apapun karena emas dan perak laku di Dunia Nyata. Bahkan ibu tiriku memperlakukan dia dengan baik.
Aku tidak tahan dengan ini semua, aku datang menghampiri Kyungsoo yang sedang menanam moonlace keperakan di tanam Ibu tiri kami. Dengan amarah yang meletup-letup, aku menodong besi stygian tepat ke ujung dagunya yang lancip.
"Aku tak akan pernah membiarkanmu hidup lebih baik lagi." Kataku.
Dia menghunus pedangnya, menatapku dengan pandangan jijik. "Dasar kekanakan kau, Kim Jongin."
Aku menikam pahanya, dan membuat luka gores yang dalam. Dia mengangkat sebatang emas yang besar lalu menumbukkannya ke kepalaku, aku tersungkur. Darah mengalir di pelipis kananku,
 "Enyahlah." Bentakku.
Enam kerangka manusia bangkit dari tanah dan dengan ganas menyerang Kyungsoo. Dia mengelak dan mengangkat berbagai macam logam mulia dengan ukuran besar. Kerangka punyaku hancur seketika. Para arwah memandang kami dengan kebingungan, sebagian menggerutu setelah kami dengan tidak sengaja menikam mereka. Kyungsoo melempar sebongkah berlian ke arahku, pandanganku mengabur dan seketika menggelap. Kukira aku pingsan namun tiba-tiba aku sudah berada jauh di jangkauan Kyungsoo.
"A- apa yang terjadi?" Tanya Kyungsoo gugup. Aku sendiri kebingungan setengah mati, lalu aku mencoba berpindah tempat di sebelah Kyungsoo dan menyeringai.
 "Teleportasi." Kataku, entah kenapa sangat yakin dengan kekuatan yang kupunya. Aku memukulnya dengan gagang pedang, dia terhuyung ke belakang. Aku kelelahan karena terlalu banyak menggunakan teleportasi, tenagaku terkuras, begitupun Kyungsoo yang tak bisa lagi mengangkat logam mulia dari dalam tanah. Tidak habis pikir, aku berlari menuju padang Hukuman. Menerobos para arwah dan menginjak-injak tanaman milik Ibu tiriku.
"Hah, jangan lari, pecundang!" Teriak Kyungsoo. Aku melompat ke punggung Ceberus si anjing neraka lalu memutuskan tali baja yang mengikatnya dengan pedang.
 "Bunuh si Orang Romawi!" Jeritku.
"Guk!" Balasnya. Dia berlari dengan kecepatan super, aku berusaha tidak terjatuh. Kyungsoo keliatan panik, aku menyeringai. Dia berlari menghindari gigitan Ceberus yang mematikan, melompat dari batu-batu hukuman yang di angkat oleh orang-orang yang melakukan kesalahan besar saat masih hidup. Kyungsoo berusaha melempari Ceberus dengan baja untuk memperlambat laju larinya, tapi anjing neraka ini malah senang seolah itu adalah makanan terenak dalam hidupnya. Kyungsoo terjatuh di pesisir Sungai Lethe, sungai yang airnya bisa menghapus seluruh ingatan, biasanya pahlawan dari Elysium mandi disini untuk mendapatkan kesempatan hidup kembali. Napasnya tersengal-sengal, dia menatapku dengan pandangan yang sengit.
Aku melompat turun dari punggung Ceberus, membiarkan anjing neraka itu mengunyah baja di mulutnya.
Aku tertawa, "Tamat riwayatmu." Aku mendekatinya perlahan, menodong pedang di depan dadanya yang tidak terlindungi.
Kyungsoo berdiri dengan susah payah. "Aku bersumpah demi Sungai Styx, jika kau menghayutkanku di sungai ini, akan kuberikan kekuatan yang kumiliki padamu sebagai kutukan!" Jeritnya. Aku menurunkan pedang stygian dari dadanya.
Dia menyeringai sambil menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, "Aku tahu kau takkan berani."
Aku menjerit marah dan menendang dadanya, Kyungsoo terlihat panik dan kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh ke dalam Sungai Lethe. Salah satu tangannya terulur ke atas, mencoba meminta tolong, tapi aku hanya menatapnya kosong. Kyungsoo hanyut terbawa arus Sungai Lethe dan tanah bergetar.
Aku menoleh ke belakang, melihat arus Sungai Styx tidak tenang, menjadi deras. Ceberus melolong bagaikan serigala, dia menatapku sedih. "Aku tahu, sobat. Sungai Styx memegang kuat kutukannya." Kataku.
Aku mengelus telinga temanku satu-satunya itu, bersiap menghadapi apapun. Ledakan kuat memekakkan, aku menutup kedua telingaku.
Secercah bayangan hitam muncul di hadapanku, sosoknya berdiri tegap, matanya memancarkan sinar merah, dan kulitnya terbakar. Ia memakai jubah hitam yang menjuntai, ada tongkat tengkorak dalam genggamannya. Ia adalah ayahku.
"KAU PIKIR APA YANG TELAH KAU PERBUAT KIM JONGIN?!" Dia berteriak membuat rambutnya terbakar. Aku jatuh berlutut di hadapannya, menatap kosong kedua kaki telanjangnya.
"Harusnya aku tahu kalau kalian tidak bisa disatukan. OH BODOHNYA AKU!!! Pergilah dari sini, kau tidak boleh tinggal lagi disini." Perkataannya sayup-sayup terdengar di telingaku, aku bahkan tidak yakin dengan apa yang dia katakan. Cahaya menyilaukan mengantarkan aku ke dalam dunia baru.
Dan mulai saat itu, aku tidak ingin bertemu dengan saudaraku yang menghilang, Do Kyungsoo.
 * * * * * *
Aku terbangun dari mimpi terburukku. Yang dapat kulihat sekarang hanyalah sebuah ruangan berukuran 5 x 5 dengan berbagai rantai di dindingnya. Tulang belulang berserakan di setiap sudut. Ini adalah sebuah penjara bawah tanah.
Lalu aku menatap wajah dengan ekspresi khawatir mencoba berbicara padaku, tapi aku masih terlalu pusing. 
"Oh finally, Kai! You are still alive." Kata Sharley. Aku bangkit dan mencoba duduk.
"Kau bicara bahasa inggris?" Tanyaku. Dia cemberut.
"Mantranya sudah tidak ampuh lagi disini." Jelas Sehun, dia sedang membuat api dari tulang belulang karena disini sangat dingin. Mana bisa membuat api dari tulang?!
"Apa yang terjadi?" Tanyaku.
Sharley mendesah, "I don't know, when I woke up, we've been here all of sudden. You fainted about three hours."
"Hm, Kai?" Panggil Sehun. Dia menggeser duduknya sehingga berhadapan denganku. "Siapa tuh Kyungsoo?"
Aku menghela napas panjang, Sehun menatapku was-was, dia mungkin takut tulang belulang disini menjadi hidup.
"Saudaraku." Jawabku. "Dia seharusnya menghilang atau paling tidak dia tidak ingat siapa dirinya, karena aku menghanyutkannya di Sungai Lethe. Tapi dia kembali, mengingat namanya bahkan aku."
"He said he is the son of Pluto. I never heard that Pluto is Hades? I don't understand." Kata Sharley. Sehun menggaruk kepalanya, kelihatan bingung, wajahnya menyiratkan bahwa dia bilang, kau ngomong apaan sih?
"Pluto itu wujud romawinya. Kau pasti tidak akan mengerti, dan kau lebih baik tidak mengerti." Tukasku.
"Temukan saudara yang telah lama hilang," kata Sehun. "Kai, yang dimaksud ramalan adalah Kyungsoo." Aku menggangguk.
Sehun berdiri dan menelaah penjara yang bau apak ini. "Nah, Kai, lupakan saja. Bagaimana kalau kau coba membuka pintu sel ini? Kau kan anak Hades." Kata Sehun.
"Sehun! He just woke up, let him take some rest first." Omel Sharley.
Sehun mengerlingkan matanya. "Katanya nggak boleh manja."
Aku tertawa melihat tingkah Sehun yang konyol, lalu berdiri. "Baiklah, biar kucoba."
Aku berjalan tertatih-tatih, rasanya tumit kananku retak atau mungkin patah. Tapi karena aku juga tidak tahan berada disini jadi aku harus paksakan berjalan. Pintu sel tertutup rapat, tidak ada sela-sela sedikitpun, lubang kunci pun tidak ada. Aku berusaha melakukan teleportasi, tapi tidak bekerja sama sekali.
"Pintu ini dialiri semacam sihir dari luar, kekuatanku pun takkan bisa menembusnya." Kataku. Mereka berdua mengerang frustasi.
"Maafkan aku, teleportasiku tidak bekerja. Dan, hmm, anu, kenapa kalian menganga?" Aku menatap mereka heran. Sehun hanya menunjuk ke arah belakangku tanpa berbicara.
Aku terkejut, pintu sel itu terbuka lebar. Cahaya keperakan memenuhi ruangan, lalu perlahan meredup. Sesosok wanita berdiri, mengenakan gaun hitam, rambut panjangnya yang keriting tersampir sampai ke pinggang, tatapannya menusuk dan dia membawa moonlace di tangannya. Membuatku berjengit karena teringat sesuatu yang buruk.
"Ibu." Desahku. Dia tersenyum tapi tatapannya pedih seakan bertemu dengan sesuatu yang tidak diharapkan untuk kembali.
"Aku mau bicara denganmu, bawa serta kedua temanmu itu, Kim Jongin." Katanya.
Sharley dan Sehun berjalan mendekat dengan pandangan terkejut bukan main.
"Siapa tuh Kim Jongin?" Tanya Sehun. Sharley ikut mengangguk tanda minta jawaban. 
Ibu tiriku menoleh padaku dengan tatapan, jangan bilang kalau kau mengaku-ngaku bahwa namamu Justin Bieber?!
"Aku." Jawabku.
"Yang benar saja." Ucap Sehun tidak percaya.  "Lalu anda siapa?"
Ibu tiriku menyentuh kelopak moonlace dengan jarinya, dan bunga itu pun terbuyarkan jadi debu.
"Persephone." Katanya. "Dewi tumbuh-tumbuhan dan Ratu Dunia Bawah."
Sharley melotot karena terkejut, "You live here for six months and the rest time you live in Olympus. Ouch! You are goddess who makes change of seasons!" Sharley berjingkrak-jingkrak kesenangan.
"Dan biar kutebak, anda pasti istri Hades ya kan?" Tanya Sehun. Persephone melipat tangannya, menatap garang ke arah kami.
"Ya, itu aku. Ada masalah? Sekarang ikuti aku. Kita akan memecahkan sebuah perkara besar." Dia melenggang dengan anggun. Aku memberi kode pada kedua temanku untuk mengikutinya sebelum dia marah.
Persephone menyuruh kami duduk di kursi yang terbuat dari sulur-sulur anggur. Lalu menuangkan teh wangi melati pada cangkir di hadapan kami masing-masing. Aku mencegah Sehun yang hendak meminum teh itu karena ketika kau memasukkan makanan atau minuman dari Dunia Bawah, maka kau akan menjadi kekal disini. Kecuali kau disuruh kembali ke Dunia Nyata oleh sang penguasa.
"Kursinya tidak nyaman ya?" Tanya Persephone. "Maaf, itu buatan anakku Dionysus." Dia melambaikan tangannya acuh, lalu duduk di hadapan kami.
"Sebelumnya aku minta maaf karena Kyungsoo membawa kalian kemari dengan cara yang tidak bersahabat." Jelasnya. "Aku memang menyuruhnya untuk membawa kalian kemari sebentar, untuk membuat dia menghapus kesalahannya." Dia menoleh ke padaku. Aku hanya mendesah pelan.
"Hm, I think you need a privacy, right? Can we walk around your garden then?" Tanya Sharley. Aku menggeleng kuat-kuat, lebih baik mereka bersamaku daripada empat mata dengan ibu tiriku. Persephone menggangguk lalu Sharley menarik Sehun menjauh.
"Nah, Jongin, bagaimana kabarmu?" Tanya ibu. Aku mendengus sebal. "Jauh lebih baik daripada     lima tahun yang lalu."
"Hm, tidak mau berbasa-basi dulu ya? Ya sudah. Saudaramu, Do Kyungsoo, yang dulu kau hanyutkan di Sungai Lethe, kembali. Dia awalnya tidak ingat apa-apa, aku membiarkannya karena kupikir dia lebih baik seperti itu. Tapi, ternyata aku salah besar." Dia menumbuhkan berbagai macam bunga di meja. Mawar, melati, tulip dan tanaman yang biasa kulihat di pondok Demeter.
"Anda memang selalu salah." Kataku. Dia melotot marah.
"Bersyukurlah kau karena aku tidak mengutukmu, anak kurang ajar!" Bentaknya.
"Baiklah, lanjutkan." Tukasku.
"Setelah lima tahun dia tersiksa karena ingatan yang kosong melompong, dia bertemu Nemesis. Dewi sialan itu menceritakan bagian ketika kau menyerangnya saja. Nemesis memberitahu segala hal tentang dirimu padanya, dan membuat siasat untuk membalaskan dendam."
Aku menunduk, meratapi kesalahanku yang sangat fatal. "Apa ayah sudah memaafkanku?" Tanyaku.
Persephone mengangguk. "Dia menyesal telah mengusirmu, karena kejadian itu sebagian adalah kesalahannya. Dia hampir membawamu kembali, tapi akhirnya dia ingin kau menjalani takdirmu sendiri."
"Jadi, apa maksud anda membawaku kemari?" Persephone berdecak. "Demi suamiku yang tampan!" Katanya. "Untuk minta bantuan, tentu saja."
Dia meneguk teh melatinya. "Aku ingin kau menjatuhkan Kyungsoo ke Sungai Lethe lagi supaya ia takkan mengejarmu demi membalaskan dendam. Setelah itu aku akan berusaha untuk menjaganya sebaik mungkin lalu membawanya ke Perkemahan Romawi."
"Bagaimana caranya?" Tanyaku.
"Aku tidak bisa membantumu, Jongin. Kau harus menemukan caranya sendiri. Si anak Zeus itu pintar, kau bisa mengandalkan dia."
Pintar apaan, batinku. "Bagaimana dengan kutukanku?"
Persephone menggeleng. "Suatu saat kutukan itu akan di cabut. Kau harus bersabar, dan tetaplah tenang." Sebelum aku sempat membalas perkataannya, aku mendengar jeritan.
"Pergilah, Jongin! Selamatkan mereka." Persephone menghilang, meninggalkan kabut berwarna perak.
Aku menggerutu, "Tidak berguna." Lalu menghunus pedang sambil berlari menghampiri kedua temanku. Aku terkejut melihat mereka hampir tenggelam dalam lautan emas. Aku bisa melihat Kyungsoo menunggangi Ceberus, sialan dia, beraninya mengambil anjing peliharaanku.
"HAH, Kai! Pilihlah, menyerangku atau membiarkan temanmu tenggelam dalam genggamanku?" Kyungsoo tertawa licik. Pandanganku dengan Sehun bertemu, dia menggeleng seolah berkata,
"Bunuh dia, aku akan berusaha untuk keluar."
Aku berlari menyerang Kyungsoo, dia tertawa semakin keras. Tangannya dikepal, gundukan emas itupun menimbun kedua temanku.
"Tidak!" Jeritku. Selembar perunggu langit terbang dan menabrak batu-batu di sebelahku.
Seketika gundukan itu meledak bagaikan gunung meletus, Sehun mengepakkan sayapnya berkali-kali dan terbang semakin tinggi sambil membawa Sharley, cewek itu menembakkan panah ke paha Ceberus. Anjing neraka itu melompat kesakitan, Kyungsoo berusaha untuk tidak terjatuh, tapi Sharley menggunakan kekuatannya, sinar yang menyilaukan menusuk mata membuat Kyungsoo melepaskan pegangannya dari anjing neraka itu. Dia terjatuh di hadapanku, aku berusaha menikam Kyungsoo tapi dia cukup handal untuk menghalau seranganku. Aku memanggil dua kerangka manusia untuk membantu, masing-masing membawa tombak.
Aku melihat ke belakang, Sehun dan Sharley sedang dikepung tiga Erinyes yang telah hidup kembali. Hingga aku tidak sadar bahwa kedua kerangka manusia milikku sudah hancur lalu Kyungsoo dengan mudah menyabetkan pedangnya ke punggungku. Darah muncrat dari dalam tubuhku, aku jatuh berlutut.
"Menyerahlah, Kai. Aku hanya membutuhkan nyawamu, lalu akan kubebaskan mereka." Kata Kyungsoo. Aku menggeram marah.
"Aku tidak sudi membuat perjanjian dengan orang dungu sepertimu." Tukasku.
Dia menebas pedangnya lagi dan mengenai lengan kiriku, panas menjalar di seluruh tubuhku, mataku berkunang-kunang. Dia mencoba menikamku tapi aku berhasil berguling ke samping. Kyungsoo hendak menusukkan pedangnya ke dadaku, dengan cepat aku berlari menjauh lalu berteleportasi, sekarang aku ada di balik bukit Padang Hukuman. Aku masih bisa mendengar Kyungsoo mengataiku pecundang seperti dulu. Lalu aku mendekati arwah yang sedang mengangkut batu-batu besar.
"Kumohon bantu aku!" Kataku. Arwah itu menatapku dengan matanya yang putih semua.
"Bisa kudengar kata tolong?" Tanyanya.
Aku memegangi luka sabetan pedang di lenganku, darahnya tidak mau berhenti mengalir.
"Tolong!!!" Pintaku dengan sungguh-sungguh. Dia mengangkut batu-batu yang besar sekaligus, aku mengikutinya sambil tersaruk-saruk. Saat kami tiba di puncak bukit, aku hampir pingsan kalau saja arwah itu tidak berbisik di telingaku.
"Sekarang?" Tanyanya. Aku melihat keadaan di bawah, Sehun sedang menghunus pedangnya ke segala arah dengan ganas, membuat badai kecil untuk menghalau cakaran Erinyes, sedangkan Sharley menembakkan panah kesana kemari sambil menyanyikan lagu. Suaranya yang merdu membuat Erinyes itu lupa untuk membunuhnya dan tidak lama kemudian ia terbuyarkan jadi debu. Tapi Erinyes itu mewujud kembali.
"Dorong hingga mengenai putra Pluto yang sedang berdiri di bawah kita. Kau tidak akan dikutuk, kujamin! Aku juga putra Hades." Kataku. Arwah itu menunggu aba-abaku. Kyungsoo berjalan tak tentu arah, mencari-cari keberadaanku. "Sekarang!" Bongkahan batu besar menggelinding ke arahnya, Kyungsoo yang terlambat menyadari itu berlari dengan susah payah.
"Kumohon, berhentilah di sisi Sungai Lethe." Doaku, aku bahkan tidak tahu aku berdoa pada siapa. Namun Tampaknya doaku dikabulkan juga, kaki kanan Kyungsoo tertimpa batu dan membuatnya jatuh telungkup.
"Terima kasih," ucapku pada sang arwah. Dia melayang kembali ke tempatnya. Aku meluncur turun, sebelum menghampiri Kyungsoo, aku memerintahkan para Erinyes untuk berhenti, tapi mereka hanya tertawa meremehkan.
"Kau bukan Tuan kami lagi, bodoh."
Sehun menjerit padaku agar cepat menyelesaikan urusanku sendiri. Dia mengeluarkan Aegis dan Medusa melotot ke arah Erinyes, seketika ketiga monster itu berubah jadi batu.
"Cepat lari, dasar Tuan Sok Ganteng!" Kata Sehun. Aku berlari mendekati Kyungsoo yang mengerang kesakitan. Dia berhasil menyingkirkan bongkahan batu itu, tapi pergelangan kaki kanannya patah.
 Terlihat dari arah yang kaki itu tunjuk, bukan depan tapi belakang. Aku menodong pedang stygian di dadanya, "De javu, ya kan?"
Dia menatapku dengan pandangan memohon, "Kai, kau tidak boleh melakukan ini lagi padaku." Matanya berkaca-kaca.
"Kau tidak bisa hidup dalam bayang-bayang pembalasan dendam. Kau layak hidup lebih baik,"
Dia menggeleng kuat, "Kau nggak tahu rasanya tidak ingat apa-apa."
"Aku memang tidak tahu, dan aku tidak mau tahu. Lebih baik kau rasakan sendiri."
Dia menggeram, matanya berkilat-kilat marah. "Aku bersumpah"
"Tidak lagi." Potongku. Aku menendang pinggangnya dengan sekuat tenaga, Kyungsoo panik dan menarik kakiku. Dia hanyut duluan, aku kehilangan keseimbangan. Aku bakalan jatuh kalau saja Sehun dan Sharley tidak menarikku.
Aku terjatuh berlutut, kepalaku menyentuh tanah. Rasanya kekurangan darah sama seperti kehilangan setengah nyawa. Sharley dengan cekatan mengobati lukaku, aku mengerang lemah. Di ujung Sungai Lethe, sesosok pria mengenakan pakaian serba putih berdiri kebingungan.
"Siapa aku?" Tanyanya.
 Persephone muncul di sebelahnya. "Kau adalah D.O, putraku." Katanya.
Kyungsoo menatapnya heran, "Ayahku?" Tanyanya lagi. Persephone mengelus puncak kepalanya, "Sudah lama meninggal."
Aku mengangguk semangat, Benar sekali! Sudah lama meninggaaaaal.
Sharley menumbuk pahaku, Ayah Kyungsoo kan sebetulnya ayahmu juga, kau mau Hades mati betulan? bisiknya.
Aku mengendikkan bahu, Biar saja! Aku benci dia kok.
Kyungsoo menelengkan kepalanya ke arahku, Dia siapa, Bu?
Aku duduk tegak dan melambaikan tangan kananku, Aku Kim Jongin, saudaramu yang paling ganteng. Pekikku. Sharley mencubit lengan kiriku, aku mengaduh kesakitan sedangkan Sehun mencibir.
            Kyungsoo terkekeh, Kau memang tampan! serunya. Aku nyengir dan mengacungkan kedua jempol.
Ibu tiriku tersenyum hangat padaku, senyum yang tak pernah ia tunjukkan selama aku hidup dengannya. Persephone melambaikan tangannya dan pemandangan berubah.
Kami bertiga kembali ke Dunia Nyata, sepertinya sekarang jam sepuluh pagi. Beberapa orang berlalu-lalang melakukan aktivitas masing-masing.
"Rasanya senang melihat matahari lagi," kata Sharley dalam bahasa Korea.
Aku dan Sehun menatapnya bingung, "Kau bicara bahasa Korea." Kata kami berdua serempak.
Sharley meraba bibirnya. "Sebuah tanda, Kai." Katanya memandangku dengan tatapan takjub.
"Itu berarti kita dekat dengannya." Lanjutnya. Dia menelaah jalanan dan rumah-rumah di sekitar kami.
"Mungkin kita bisa minta bantuan!" Kataku. Aku dan Sharley beradu tos.
Sehun terlihat kebingungan, dia menatapku dengan pandangan penuh tanya, rasanya lega melihatnya masih hidup. Aku nyengir, siap-siap ditanya.
"Apa?" Tanyaku.
Dia menguap. "Dekat dengan siapa?"

Aku berkedip dua kali. "Hecate." Jawabku. "Dewi Sihir."

6 komentar:

  1. guess who i am fufufu

    im so sorry for super late comment dear alzeya ;3; i have promised to put comment, i wont forget my promise.

    warning: it will be so long, so beware hehe

    first, it is really a niiiiiiiicccccceeeee fanfic. Mengingatkanku akan dunianya nak percy yang penuh dengan kejutan haha. Jadi pengen beli novel barunya om rick riordan :3

    second, penulisanmu sangat rapi ;A; walau ada beberapa typo *giggling* but it is okay. Cukup nyaman ngebacanya.

    Well, aku ini tipe yang bakal ninggalin fanfic yang aku baca tanpa nyelesain bacaannya dan tanpa ada jejak kalau tulisannya gak rapi. Rada-rada arrogant sih (emang) kesannya tapi ya gimana lagi :") #curhat

    Dont you know that im a "flamer" in the past--more or less four years ago hahahaha. Tapi sekarang enggak lagi. Males ngata-ngatain fanfic orang karena EyD-nya gak bener. Lagian aku gak sekedar ngata-ngatain doang kok, tapi juga ngasih masukan sih #curhatlagi

    Ah kenapa curhat sih hahahaha lagian udah mulai lupa sama EyD #mampus

    btw inikan fanfic bahasa jaddiiii kalau ada bahasa selain Bahasa Indonesia di-italic ya~ walau cuma satu kata tetep di-italic. Kecuali nama orang, nama tempat, dan serumpunannya gitu.

    ah apa lagi ya? Tulisannya udah rapi sih :3

    Nah nah itu si Sharley, dia OC ya? Will she be Sehun's mate in the future? >////<

    Dan itu, Jongiiiiin hahaha bau kuburan okay tampangnya emang rada madesu kadang-kadang, jadi gak tau kenapa image kuburan itu pas banget.

    And the last, dasar Yehet. Oh Yehet terlalu 'ah'. Jadi pengen mukulin dia. Gak tau kenapa. Seenggaknya aku pengen dia gantiin Jongdae buat nyalurin listrik pribadi di rumah.
    Tapi tetep fighting lah buat Yehet! :3

    Ok, sekarang apa lagi? udah buntu.

    Sorry kalau ini kepanjangan dan 80% isinya unimportant curhat semua :< aku emang gak pernah bisa ngekomen tanpa ocehan. Kebiasaan sih :3 Biar dikata alay yah i dont care about it fufu~

    What a nice fanfic it is. I like it <33
    Keep writing, fighting!!!

    ((gues who i am. Im sure you me hehehehehe))

    clue: i stan 92line :3

    BalasHapus
  2. Konnichiwa sensei!
    I know who you are from the first time I saw your name and profile picture~ hihi~

    Aw you know this is the nicest comment I've ever received since I made a fanfic~ sobs because you gave the long comment then I'll reply it so.
    Well, this fanfic is inspired by percy jackson so yeah, its quite similar but I don't mean to copy uncle rick's novel. Percy jackson belongs to him, I made the other version for korean boys.
    I'm apologizing for the mistakes that I made huhu check 3000 words carefully is making me dizzy seriously haha.

    And I used to be silent reader to if the fics that I read isn't as great as I expect so yeah, I feel you! Lol.
    Haha gapapa kali ya ngasih masukkan yang agak pedes, justru itu bikin ff yang aku buat semakin bagus hehe.
    Masalah italic nih, aku emang suka lupa kalau aku nulis kata b.inggris, kirain semuanya aku tulis pake bahasa. Maafkan lah cewek cungkring yang satu ini ya kak dinda lmao.
    Yap! Sharley itu OC, well, for the answer you can find it through the next parts haha
    Sure, that's why I made Hades the god of underworld as Jongin's dad because jongin's aura is creepy indeed.
    Hihi, aku sengaja buat image sehun nyebelin disini, well, basically he's annoying in real life so gampang banget buat dia jadi orang yang pengen dicolok matanya.

    And thank you for giving such a touching comment for this absurd fanfiction plus reading and liking it a lot huhu you are really daebak, I love you♡

    BalasHapus
  3. Senseiii? SENSSEEEII?
    Konbawa heeheehee.
    Ok thanks for knowing who i am.

    Omgg thank youuuu gak nyangka deh ini komen berisi curhatan menjadi the nicest comment ;3;
    I see, jadi PJ versi korean guys :3 Asik juga ngebayangin cowok dan cewek derp jadi demigod lmao.
    Emang 3000 kata itu bikin pusing kalau dibaca ulang sih, apalagi di Ms. Word yang latarnya putih gitu ah bikin mataku 반짝 반짝 :33
    Tapi usahain aja, kalau waktu ngetiknya gak usah dibaca ulang, ntar kalau udah selesai baru deh baca dan edit dari awal. Aku sih gitu dulunya hehe

    I dont even think that you have same habit like me hahaha walau awalnya niat mau ngasih masukan buat authornya tapi ngetik masukan panjang lewat hp itu asdfghjkl banget :<
    Bagus deh kamu bukan tipe yang gak suka dikasih masukan, kadang aku nemu author yang balas marah ketika fanficnya dikeritik pedas gitu. Ah awalnya niat baik tapi emang sih aku rada keras (?) ngasih masukan, dia ngeyel gitu hahahaha
    Dia gak tahu aja aku dikasih kritikan pedas pas lagi unyu-unyu baru nyoba nulis waktu kelas 6 SD, bayangin aja masih labil setengah mati gitu dikata-katain gegara penulisanku ancur #kenapacurhat

    NAH ITU!! Penyakit banget deh. Kadang emang gak sadar kalau nulis bahasa asing, makanya gak ke check. Pmsl, we have same habit again.

    Karena dia OC aku penasaran, penampilan dia kek gimana. Ciri-cirinya gitu.
    Emang cocok kalau Hades jadi Jongin's dad. Keduanya sama-sama creepy lmao. Dan Sehun!! Oh yehet Sehun di dunia nyata emang nyebelin, bahkan susah kalau bikin image Sehun itu cowok cool pendiam di fanfic, itu sih yang aku rasa hihi

    Yehet you're welcome dear ㅋㅋㅋㅋㅋ ah your fanfiction isnt absurd at all :3 And thanks, you and your fanfiction are daebak too hahahaha Love you too <3

    Keep writing, fighting!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. it's nice to read a comment which is so long because you checked it carefully and i love it<3 haha.
      NAH OMG KKAEB SONG I FORGOOOOT, lupa nge describe sharley huhu how could i T___T
      i promise i will describe her later in the ending maybe?
      I LOVE YOU, THANK YOU FOR EVERYTHING (suddenly 10080)

      HWAITING!

      Hapus
  4. oh damn alzeya your fic is really amazing huhu i don't know anything about greek thingy and ur fic makes my mind go to anywhere yeaaah i laffin it<3

    but

    Aku punya saran nih, gimana kalau bahasa gaulnya rada dikurangin hehe soalnya ini kan ceitanya zaman duluuu bgt ya hehe

    and once again, sorry i just post my comment now huhu i am so busy T_T and i'll continue reading ur fic after my exams done i think T_T

    keep writing authornim! Alzeya fighting~

    BalasHapus
    Balasan
    1. SHIT WHY ARE YOU NOT USING YOUR REAL NAME PARAN-SSI?!
      i thought you are someone who i don't know before because i don't see yixing on your account haha but i remembered your ex ;p
      AW THANK YOU! hahaha it would confuse you if you have no idea about greek, but i hope i could describe it very well T_T

      aweee okay! aku bakal kurangin deh, tapi actually it's modern era ._. and alasan aku buat bahasa kayak gitu karena gak mau terlalu baku karena aku gak jago hahaha but thank you! sarannya sangat zeya terima aweee

      geez, why are you apologizing while its not even a false?! aw good luck for your exam and i hope the results are good!

      without -nim please hahaha thank you ya! I LOVE YOU SO MUCHHHH FIGHTING!!!!

      Hapus