Main Casts : Sehun, Kai and Sharley (all of exo's members are including too)
Genre : Greek Mythology, Action, Thriller
Author : 92940lyf (changed my username)
hello guys! this is the fourth chapter, special for kaisoo~ semoga ngerti dengan alur ceritanya ya haha and please kindly check the trailer of this fanfiction for getting the more feels thanks trailer
Kai P.O.V
Aku berharap kalau aku adalah
Sehun. Mungkin aku bisa terbang menembus tanah yang menimbun kami sebelum
terjatuh. Aku tidak bisa berteleportasi, konsentrasiku terlalu buyar, pikiranku
melayang-layang. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Sehun, mungkin dia
terbang sambil membawa Sharley dan meninggalkan aku karena notabenenya, aku
yang membuat mereka terperosok. Hingga aku tak sadar kalau aku pingsan.
Kenangan menyakitkan berkelebat di
dalam pikiranku, aku kembali ke masa lalu. Aku tidak mau mengingatnya,
saudaraku yang seharusnya tidak kembali lagi, Do Kyungsoo.
Umurku masih delapan tahun ketika Ayah membawaku ke Dunia
Bawah dengan cara meretakkan petak rumput di belakang rumahku, aku terjatuh dan
tak sadarkan diri selama berminggu-minggu.
"Tidak apa-apa, Nak. Kau lebih
aman disini." Kata Ayah saat pertama kali berbicara padaku. Dia berkulit
putih pucat hampir transparan, rambutnya cepak terpangkas rapi, sosoknya
berdenyar. Ayah mengajariku mengendalikan kekuatan Hades, memberikanku senjata
yaitu sebilah pedang dari besi stygian, awalnya tidak berjalan lancar. Aku
berteriak histeris dan mencincing lari ketika membuat tengkorak manusia yang
tergolek bangkit kembali.
"Demi tulang dan bau
kuburan!" Kata Hades. "Itu tengkorak mu, Dungu. Untuk apa ketakutan?
Dia patuh terhadapmu seorang."
Aku menjalani kehidupan yang mengerikan untuk seorang anak
yang masih kecil. Terlebih lagi, ibu tiriku tak serendah hati yang kukira.
"Sudahlah, lebih baik disini
daripada di perkemahan tolol itu. Kau pasti dikucilkan." Bentaknya.
Aku tidak mengerti apa yang
dibicarakannya, yang jelas dua tahun ku lalui bersama orang-orang mati. Bersama
nyawa mereka yang berjalan tanpa tujuan, berusaha mengingat siapa dirinya.
Peliharaanku Ceberus, anjing neraka yang menjaga pintu Padang Hukuman.
Hingga ketika ulang tahunku yang ke
sepuluh, aku kedatangan seorang saudara. Dia lebih tua satu tahun, mempunyai
bola mata yang besar dan rambutnya dipotong mangkok. Aku pasti bakal tertawa
nonstop kalau suasana tidak canggung.
Ayah datang, tapi dia berbeda. Kulitnya kuning langsat dan
berwajah lebih tegas. Aku tahu kalau dia bukan dalam wujud Hades, tapi dalam
wujud romawinya, Pluto.
"Kalian harus akur. Biarlah
mereka bilang kalau Yunani dan Romawi tidak bisa bersatu, bagiku kalian bisa.
Jangan kecewakan aku."
Hades sebagai Pluto adalah Dewa
Kekayaan. Kekuataan Kyungsoo membuatku iri, dia memiliki kemampuan untuk
mengeluarkan logam mulia dari dalam tanah. Emas, Perak bahkan perunggu langit
yang sangat langka. Instingnya bekerja sangat baik di dalam tanah, seakan ada
petunjuk bercahaya di sepanjang jalan yang ia lalui. Permainan petak umpet
adalah yang terburuk, Kyungsoo tidak pernah tidak menemukanku. Dia membauiku
dengan besi stygian yang tersampir di pinggangku. Kyungsoo hidup lebih baik
daripada aku, dia tidak pernah kekurangan apapun karena emas dan perak laku di
Dunia Nyata. Bahkan ibu tiriku memperlakukan dia dengan baik.
Aku tidak tahan dengan ini semua, aku datang menghampiri
Kyungsoo yang sedang menanam moonlace keperakan di tanam Ibu tiri kami. Dengan
amarah yang meletup-letup, aku menodong besi stygian tepat ke ujung dagunya
yang lancip.
"Aku tak akan pernah
membiarkanmu hidup lebih baik lagi." Kataku.
Dia menghunus pedangnya, menatapku
dengan pandangan jijik. "Dasar kekanakan kau, Kim Jongin."
Aku menikam pahanya, dan membuat luka gores yang dalam. Dia
mengangkat sebatang emas yang besar lalu menumbukkannya ke kepalaku, aku
tersungkur. Darah mengalir di pelipis kananku,
"Enyahlah." Bentakku.
Enam kerangka manusia bangkit dari tanah dan dengan ganas
menyerang Kyungsoo. Dia mengelak dan mengangkat berbagai macam logam mulia
dengan ukuran besar. Kerangka punyaku hancur seketika. Para
arwah memandang kami dengan kebingungan, sebagian menggerutu setelah kami
dengan tidak sengaja menikam mereka. Kyungsoo melempar sebongkah berlian ke
arahku, pandanganku mengabur dan seketika menggelap. Kukira aku pingsan namun
tiba-tiba aku sudah berada jauh di jangkauan Kyungsoo.
"A- apa yang terjadi?"
Tanya Kyungsoo gugup. Aku sendiri kebingungan setengah mati, lalu aku mencoba
berpindah tempat di sebelah Kyungsoo dan menyeringai.
"Teleportasi." Kataku, entah kenapa
sangat yakin dengan kekuatan yang kupunya. Aku memukulnya dengan gagang pedang,
dia terhuyung ke belakang. Aku kelelahan karena terlalu banyak menggunakan
teleportasi, tenagaku terkuras, begitupun Kyungsoo yang tak bisa lagi
mengangkat logam mulia dari dalam tanah. Tidak habis pikir, aku berlari menuju padang Hukuman. Menerobos
para arwah dan menginjak-injak tanaman milik Ibu tiriku.
"Hah, jangan lari,
pecundang!" Teriak Kyungsoo. Aku melompat ke punggung Ceberus si anjing
neraka lalu memutuskan tali baja yang mengikatnya dengan pedang.
"Bunuh si Orang Romawi!" Jeritku.
"Guk!" Balasnya. Dia
berlari dengan kecepatan super, aku berusaha tidak terjatuh. Kyungsoo keliatan
panik, aku menyeringai. Dia berlari menghindari gigitan Ceberus yang mematikan,
melompat dari batu-batu hukuman yang di angkat oleh orang-orang yang melakukan
kesalahan besar saat masih hidup. Kyungsoo berusaha melempari Ceberus dengan
baja untuk memperlambat laju larinya, tapi anjing neraka ini malah senang
seolah itu adalah makanan terenak dalam hidupnya. Kyungsoo terjatuh di pesisir
Sungai Lethe, sungai yang airnya bisa menghapus seluruh ingatan, biasanya
pahlawan dari Elysium mandi disini untuk mendapatkan kesempatan hidup kembali.
Napasnya tersengal-sengal, dia menatapku dengan pandangan yang sengit.
Aku melompat turun dari punggung Ceberus, membiarkan anjing
neraka itu mengunyah baja di mulutnya.
Aku tertawa, "Tamat riwayatmu."
Aku mendekatinya perlahan, menodong pedang di depan dadanya yang tidak
terlindungi.
Kyungsoo berdiri dengan susah
payah. "Aku bersumpah demi Sungai Styx, jika kau menghayutkanku di sungai
ini, akan kuberikan kekuatan yang kumiliki padamu sebagai kutukan!"
Jeritnya. Aku menurunkan pedang stygian dari dadanya.
Dia menyeringai sambil menyeka
darah yang mengalir di sudut bibirnya, "Aku tahu kau takkan berani."
Aku menjerit marah dan menendang dadanya, Kyungsoo terlihat
panik dan kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh ke dalam Sungai Lethe. Salah
satu tangannya terulur ke atas, mencoba meminta tolong, tapi aku hanya
menatapnya kosong. Kyungsoo hanyut terbawa arus Sungai Lethe dan tanah
bergetar.
Aku menoleh ke belakang, melihat
arus Sungai Styx tidak tenang, menjadi deras. Ceberus melolong bagaikan
serigala, dia menatapku sedih. "Aku tahu, sobat. Sungai Styx memegang kuat
kutukannya." Kataku.
Aku mengelus telinga temanku satu-satunya itu, bersiap
menghadapi apapun. Ledakan kuat memekakkan, aku menutup kedua telingaku.
Secercah bayangan hitam muncul di hadapanku, sosoknya
berdiri tegap, matanya memancarkan sinar merah, dan kulitnya terbakar. Ia
memakai jubah hitam yang menjuntai, ada tongkat tengkorak dalam genggamannya.
Ia adalah ayahku.
"KAU PIKIR APA YANG TELAH KAU
PERBUAT KIM JONGIN?!" Dia berteriak membuat rambutnya terbakar. Aku jatuh
berlutut di hadapannya, menatap kosong kedua kaki telanjangnya.
"Harusnya aku tahu kalau
kalian tidak bisa disatukan. OH BODOHNYA AKU!!! Pergilah dari sini, kau tidak
boleh tinggal lagi disini." Perkataannya sayup-sayup terdengar di
telingaku, aku bahkan tidak yakin dengan apa yang dia katakan. Cahaya
menyilaukan mengantarkan aku ke dalam dunia baru.
Dan mulai saat itu, aku tidak ingin bertemu dengan saudaraku
yang menghilang, Do Kyungsoo.
* * * * * *
Aku terbangun dari mimpi
terburukku. Yang dapat kulihat sekarang hanyalah sebuah ruangan berukuran 5 x 5
dengan berbagai rantai di dindingnya. Tulang belulang berserakan di setiap
sudut. Ini adalah sebuah penjara bawah tanah.
Lalu aku menatap wajah dengan ekspresi khawatir mencoba
berbicara padaku, tapi aku masih terlalu pusing.
"Oh finally, Kai! You are still alive." Kata Sharley. Aku
bangkit dan mencoba duduk.
"Kau bicara bahasa
inggris?" Tanyaku. Dia cemberut.
"Mantranya sudah tidak ampuh
lagi disini." Jelas Sehun, dia sedang membuat api dari tulang belulang
karena disini sangat dingin. Mana bisa membuat api dari tulang?!
"Apa yang terjadi?"
Tanyaku.
Sharley mendesah, "I
don't know, when I woke up, we've been here all of sudden. You fainted about
three hours."
"Hm, Kai?" Panggil Sehun.
Dia menggeser duduknya sehingga berhadapan denganku. "Siapa tuh
Kyungsoo?"
Aku menghela napas panjang, Sehun
menatapku was-was, dia mungkin takut tulang belulang disini menjadi hidup.
"Saudaraku." Jawabku.
"Dia seharusnya menghilang atau paling tidak dia tidak ingat siapa
dirinya, karena aku menghanyutkannya di Sungai Lethe. Tapi dia kembali,
mengingat namanya bahkan aku."
"He said he is
the son of Pluto. I never heard that Pluto is Hades? I don't understand."
Kata Sharley. Sehun menggaruk kepalanya, kelihatan bingung, wajahnya
menyiratkan bahwa dia bilang, kau ngomong
apaan sih?
"Pluto itu wujud romawinya.
Kau pasti tidak akan mengerti, dan kau lebih baik tidak mengerti." Tukasku.
"Temukan saudara yang telah lama hilang," kata Sehun.
"Kai, yang dimaksud ramalan adalah Kyungsoo." Aku menggangguk.
Sehun berdiri dan menelaah penjara yang bau apak ini.
"Nah, Kai, lupakan saja. Bagaimana kalau kau coba membuka pintu sel ini?
Kau kan anak
Hades." Kata Sehun.
"Sehun! He just woke up, let him take some rest first." Omel Sharley.
Sehun mengerlingkan matanya.
"Katanya nggak boleh manja."
Aku tertawa melihat tingkah Sehun yang konyol, lalu berdiri.
"Baiklah, biar kucoba."
Aku berjalan tertatih-tatih, rasanya tumit kananku retak
atau mungkin patah. Tapi karena aku juga tidak tahan berada disini jadi aku
harus paksakan berjalan. Pintu sel tertutup rapat, tidak ada sela-sela
sedikitpun, lubang kunci pun tidak ada. Aku berusaha melakukan teleportasi,
tapi tidak bekerja sama sekali.
"Pintu ini dialiri semacam
sihir dari luar, kekuatanku pun takkan bisa menembusnya." Kataku. Mereka
berdua mengerang frustasi.
"Maafkan aku, teleportasiku
tidak bekerja. Dan, hmm, anu, kenapa kalian menganga?" Aku menatap mereka
heran. Sehun hanya menunjuk ke arah belakangku tanpa berbicara.
Aku terkejut, pintu sel itu terbuka
lebar. Cahaya keperakan memenuhi ruangan, lalu perlahan meredup. Sesosok wanita
berdiri, mengenakan gaun hitam, rambut panjangnya yang keriting tersampir
sampai ke pinggang, tatapannya menusuk dan dia membawa moonlace di tangannya.
Membuatku berjengit karena teringat sesuatu yang buruk.
"Ibu." Desahku. Dia
tersenyum tapi tatapannya pedih seakan bertemu dengan sesuatu yang tidak
diharapkan untuk kembali.
"Aku mau bicara denganmu, bawa
serta kedua temanmu itu, Kim Jongin." Katanya.
Sharley dan Sehun berjalan mendekat dengan pandangan
terkejut bukan main.
"Siapa tuh Kim Jongin?"
Tanya Sehun. Sharley ikut mengangguk tanda minta jawaban.
Ibu tiriku menoleh padaku dengan
tatapan, jangan bilang kalau kau
mengaku-ngaku bahwa namamu Justin Bieber?!
"Aku." Jawabku.
"Yang benar saja." Ucap
Sehun tidak percaya. "Lalu anda
siapa?"
Ibu tiriku menyentuh kelopak moonlace dengan jarinya, dan
bunga itu pun terbuyarkan jadi debu.
"Persephone." Katanya.
"Dewi tumbuh-tumbuhan dan Ratu Dunia Bawah."
Sharley melotot karena terkejut, "You live here for six months and the rest time you live in Olympus . Ouch! You are goddess who makes change of
seasons!" Sharley berjingkrak-jingkrak kesenangan.
"Dan biar kutebak, anda pasti
istri Hades ya kan ?"
Tanya Sehun. Persephone melipat tangannya, menatap garang ke arah kami.
"Ya, itu aku. Ada masalah? Sekarang ikuti aku. Kita akan
memecahkan sebuah perkara besar." Dia melenggang dengan anggun. Aku
memberi kode pada kedua temanku untuk mengikutinya sebelum dia marah.
Persephone menyuruh kami duduk di
kursi yang terbuat dari sulur-sulur anggur. Lalu menuangkan teh wangi melati
pada cangkir di hadapan kami masing-masing. Aku mencegah Sehun yang hendak
meminum teh itu karena ketika kau memasukkan makanan atau minuman dari Dunia
Bawah, maka kau akan menjadi kekal disini. Kecuali kau disuruh kembali ke Dunia
Nyata oleh sang penguasa.
"Kursinya tidak nyaman
ya?" Tanya Persephone. "Maaf, itu buatan anakku Dionysus." Dia
melambaikan tangannya acuh, lalu duduk di hadapan kami.
"Sebelumnya aku minta maaf
karena Kyungsoo membawa kalian kemari dengan cara yang tidak bersahabat."
Jelasnya. "Aku memang menyuruhnya untuk membawa kalian kemari sebentar,
untuk membuat dia menghapus kesalahannya." Dia menoleh ke padaku. Aku
hanya mendesah pelan.
"Hm, I think you need a
privacy, right? Can we walk around your garden then?" Tanya Sharley. Aku
menggeleng kuat-kuat, lebih baik mereka bersamaku daripada empat mata dengan
ibu tiriku. Persephone menggangguk lalu Sharley menarik Sehun menjauh.
"Nah, Jongin, bagaimana
kabarmu?" Tanya ibu. Aku mendengus sebal. "Jauh lebih baik
daripada lima tahun yang lalu."
"Hm, tidak mau berbasa-basi
dulu ya? Ya sudah. Saudaramu, Do Kyungsoo, yang dulu kau hanyutkan di Sungai
Lethe, kembali. Dia awalnya tidak ingat apa-apa, aku membiarkannya karena
kupikir dia lebih baik seperti itu. Tapi, ternyata aku salah besar." Dia
menumbuhkan berbagai macam bunga di meja. Mawar, melati, tulip dan tanaman yang
biasa kulihat di pondok Demeter.
"Anda memang selalu
salah." Kataku. Dia melotot marah.
"Bersyukurlah kau karena aku
tidak mengutukmu, anak kurang ajar!" Bentaknya.
"Baiklah, lanjutkan."
Tukasku.
"Setelah lima tahun dia tersiksa karena ingatan yang
kosong melompong, dia bertemu Nemesis. Dewi sialan itu menceritakan bagian
ketika kau menyerangnya saja. Nemesis memberitahu segala hal tentang dirimu
padanya, dan membuat siasat untuk membalaskan dendam."
Aku menunduk, meratapi kesalahanku
yang sangat fatal. "Apa ayah sudah memaafkanku?" Tanyaku.
Persephone mengangguk. "Dia
menyesal telah mengusirmu, karena kejadian itu sebagian adalah kesalahannya.
Dia hampir membawamu kembali, tapi akhirnya dia ingin kau menjalani takdirmu
sendiri."
"Jadi, apa maksud anda
membawaku kemari?" Persephone berdecak. "Demi suamiku yang
tampan!" Katanya. "Untuk minta bantuan, tentu saja."
Dia meneguk teh melatinya.
"Aku ingin kau menjatuhkan Kyungsoo ke Sungai Lethe lagi supaya ia takkan
mengejarmu demi membalaskan dendam. Setelah itu aku akan berusaha untuk
menjaganya sebaik mungkin lalu membawanya ke Perkemahan Romawi."
"Bagaimana caranya?"
Tanyaku.
"Aku tidak bisa membantumu,
Jongin. Kau harus menemukan caranya sendiri. Si anak Zeus itu pintar, kau bisa
mengandalkan dia."
Pintar apaan, batinku.
"Bagaimana dengan kutukanku?"
Persephone menggeleng. "Suatu
saat kutukan itu akan di cabut. Kau harus bersabar, dan tetaplah tenang."
Sebelum aku sempat membalas perkataannya, aku mendengar jeritan.
"Pergilah, Jongin! Selamatkan
mereka." Persephone menghilang, meninggalkan kabut berwarna perak.
Aku menggerutu, "Tidak
berguna." Lalu menghunus pedang sambil berlari menghampiri kedua temanku.
Aku terkejut melihat mereka hampir tenggelam dalam lautan emas. Aku bisa
melihat Kyungsoo menunggangi Ceberus, sialan dia, beraninya mengambil anjing
peliharaanku.
"HAH, Kai! Pilihlah,
menyerangku atau membiarkan temanmu tenggelam dalam genggamanku?" Kyungsoo
tertawa licik. Pandanganku dengan Sehun bertemu, dia menggeleng seolah berkata,
"Bunuh dia, aku akan berusaha
untuk keluar."
Aku berlari menyerang Kyungsoo, dia tertawa semakin keras.
Tangannya dikepal, gundukan emas itupun menimbun kedua temanku.
"Tidak!" Jeritku.
Selembar perunggu langit terbang dan menabrak batu-batu di sebelahku.
Seketika gundukan itu meledak
bagaikan gunung meletus, Sehun mengepakkan sayapnya berkali-kali dan terbang
semakin tinggi sambil membawa Sharley, cewek itu menembakkan panah ke paha
Ceberus. Anjing neraka itu melompat kesakitan, Kyungsoo berusaha untuk tidak
terjatuh, tapi Sharley menggunakan kekuatannya, sinar yang menyilaukan menusuk
mata membuat Kyungsoo melepaskan pegangannya dari anjing neraka itu. Dia
terjatuh di hadapanku, aku berusaha menikam Kyungsoo tapi dia cukup handal
untuk menghalau seranganku. Aku memanggil dua kerangka manusia untuk membantu,
masing-masing membawa tombak.
Aku melihat ke belakang, Sehun dan
Sharley sedang dikepung tiga Erinyes yang telah hidup kembali. Hingga aku tidak
sadar bahwa kedua kerangka manusia milikku sudah hancur lalu Kyungsoo dengan
mudah menyabetkan pedangnya ke punggungku. Darah muncrat dari dalam tubuhku,
aku jatuh berlutut.
"Menyerahlah, Kai. Aku hanya
membutuhkan nyawamu, lalu akan kubebaskan mereka." Kata Kyungsoo. Aku
menggeram marah.
"Aku tidak sudi membuat
perjanjian dengan orang dungu sepertimu." Tukasku.
Dia menebas pedangnya lagi dan
mengenai lengan kiriku, panas menjalar di seluruh tubuhku, mataku
berkunang-kunang. Dia mencoba menikamku tapi aku berhasil berguling ke samping.
Kyungsoo hendak menusukkan pedangnya ke dadaku, dengan cepat aku berlari
menjauh lalu berteleportasi, sekarang aku ada di balik bukit Padang Hukuman.
Aku masih bisa mendengar Kyungsoo mengataiku pecundang seperti dulu. Lalu aku
mendekati arwah yang sedang mengangkut batu-batu besar.
"Kumohon bantu aku!"
Kataku. Arwah itu menatapku dengan matanya yang putih semua.
"Bisa kudengar kata
tolong?" Tanyanya.
Aku memegangi luka sabetan pedang di lenganku, darahnya
tidak mau berhenti mengalir.
"Tolong!!!" Pintaku
dengan sungguh-sungguh. Dia mengangkut batu-batu yang besar sekaligus, aku
mengikutinya sambil tersaruk-saruk. Saat kami tiba di puncak bukit, aku hampir
pingsan kalau saja arwah itu tidak berbisik di telingaku.
"Sekarang?" Tanyanya. Aku
melihat keadaan di bawah, Sehun sedang menghunus pedangnya ke segala arah
dengan ganas, membuat badai kecil untuk menghalau cakaran Erinyes, sedangkan
Sharley menembakkan panah kesana kemari sambil menyanyikan lagu. Suaranya yang
merdu membuat Erinyes itu lupa untuk membunuhnya dan tidak lama kemudian ia
terbuyarkan jadi debu. Tapi Erinyes itu mewujud kembali.
"Dorong hingga mengenai putra
Pluto yang sedang berdiri di bawah kita. Kau tidak akan dikutuk, kujamin! Aku
juga putra Hades." Kataku. Arwah itu menunggu aba-abaku. Kyungsoo berjalan
tak tentu arah, mencari-cari keberadaanku. "Sekarang!" Bongkahan batu
besar menggelinding ke arahnya, Kyungsoo yang terlambat menyadari itu berlari
dengan susah payah.
"Kumohon, berhentilah di sisi
Sungai Lethe." Doaku, aku bahkan tidak tahu aku berdoa pada siapa. Namun
Tampaknya doaku dikabulkan juga, kaki kanan Kyungsoo tertimpa batu dan
membuatnya jatuh telungkup.
"Terima kasih," ucapku
pada sang arwah. Dia melayang kembali ke tempatnya. Aku meluncur turun, sebelum
menghampiri Kyungsoo, aku memerintahkan para Erinyes untuk berhenti, tapi
mereka hanya tertawa meremehkan.
"Kau bukan Tuan kami lagi,
bodoh."
Sehun menjerit padaku agar cepat menyelesaikan urusanku
sendiri. Dia mengeluarkan Aegis dan Medusa melotot ke arah Erinyes, seketika
ketiga monster itu berubah jadi batu.
"Cepat lari, dasar Tuan Sok
Ganteng!" Kata Sehun. Aku berlari mendekati Kyungsoo yang mengerang
kesakitan. Dia berhasil menyingkirkan bongkahan batu itu, tapi pergelangan kaki
kanannya patah.
Terlihat dari arah yang kaki itu tunjuk, bukan
depan tapi belakang. Aku menodong pedang stygian di dadanya, "De javu, ya kan ?"
Dia menatapku dengan pandangan
memohon, "Kai, kau tidak boleh melakukan ini lagi padaku." Matanya
berkaca-kaca.
"Kau tidak bisa hidup dalam
bayang-bayang pembalasan dendam. Kau layak hidup lebih baik,"
Dia menggeleng kuat, "Kau
nggak tahu rasanya tidak ingat apa-apa."
"Aku memang tidak tahu, dan
aku tidak mau tahu. Lebih baik kau rasakan sendiri."
Dia menggeram, matanya berkilat-kilat marah. "Aku
bersumpah—"
"Tidak lagi." Potongku. Aku menendang pinggangnya dengan
sekuat tenaga, Kyungsoo panik dan menarik kakiku. Dia hanyut duluan, aku
kehilangan keseimbangan. Aku bakalan jatuh kalau saja Sehun dan Sharley tidak
menarikku.
Aku terjatuh berlutut, kepalaku menyentuh tanah. Rasanya
kekurangan darah sama seperti kehilangan setengah nyawa. Sharley dengan cekatan
mengobati lukaku, aku mengerang lemah. Di ujung Sungai Lethe, sesosok pria
mengenakan pakaian serba putih berdiri kebingungan.
"Siapa aku?" Tanyanya.
Persephone muncul di
sebelahnya. "Kau adalah D.O, putraku." Katanya.
Kyungsoo menatapnya heran, "Ayahku?" Tanyanya lagi.
Persephone mengelus puncak kepalanya, "Sudah lama meninggal."
Aku mengangguk semangat, “Benar sekali! Sudah lama
meninggaaaaal.”
Sharley menumbuk pahaku, “Ayah Kyungsoo kan sebetulnya ayahmu juga, kau mau Hades
mati betulan?” bisiknya.
Aku mengendikkan bahu, “Biar saja! Aku benci dia kok.”
Kyungsoo menelengkan kepalanya ke arahku, “Dia siapa, Bu?”
Aku duduk
tegak dan melambaikan tangan kananku, “Aku Kim Jongin, saudaramu yang paling
ganteng.” Pekikku. Sharley mencubit lengan kiriku, aku mengaduh kesakitan
sedangkan Sehun mencibir.
Kyungsoo terkekeh, “Kau memang tampan!” serunya. Aku nyengir dan mengacungkan
kedua jempol.
Ibu tiriku tersenyum hangat padaku, senyum yang tak pernah ia
tunjukkan selama aku hidup dengannya. Persephone melambaikan tangannya dan
pemandangan berubah.
Kami bertiga kembali ke Dunia Nyata, sepertinya sekarang jam sepuluh
pagi. Beberapa orang berlalu-lalang melakukan aktivitas masing-masing.
"Rasanya senang melihat
matahari lagi," kata Sharley dalam bahasa Korea .
Aku dan Sehun menatapnya bingung, "Kau bicara bahasa Korea ."
Kata kami berdua serempak.
Sharley meraba bibirnya.
"Sebuah tanda, Kai." Katanya memandangku dengan tatapan takjub.
"Itu berarti kita dekat
dengannya." Lanjutnya. Dia menelaah jalanan dan rumah-rumah di sekitar
kami.
"Mungkin kita bisa minta
bantuan!" Kataku. Aku dan Sharley beradu tos.
Sehun terlihat kebingungan, dia menatapku dengan pandangan
penuh tanya, rasanya lega melihatnya masih hidup. Aku nyengir, siap-siap
ditanya.
"Apa?" Tanyaku.
Dia menguap. "Dekat dengan siapa?"
Aku berkedip dua kali. "Hecate." Jawabku.
"Dewi Sihir."
guess who i am fufufu
BalasHapusim so sorry for super late comment dear alzeya ;3; i have promised to put comment, i wont forget my promise.
warning: it will be so long, so beware hehe
first, it is really a niiiiiiiicccccceeeee fanfic. Mengingatkanku akan dunianya nak percy yang penuh dengan kejutan haha. Jadi pengen beli novel barunya om rick riordan :3
second, penulisanmu sangat rapi ;A; walau ada beberapa typo *giggling* but it is okay. Cukup nyaman ngebacanya.
Well, aku ini tipe yang bakal ninggalin fanfic yang aku baca tanpa nyelesain bacaannya dan tanpa ada jejak kalau tulisannya gak rapi. Rada-rada arrogant sih (emang) kesannya tapi ya gimana lagi :") #curhat
Dont you know that im a "flamer" in the past--more or less four years ago hahahaha. Tapi sekarang enggak lagi. Males ngata-ngatain fanfic orang karena EyD-nya gak bener. Lagian aku gak sekedar ngata-ngatain doang kok, tapi juga ngasih masukan sih #curhatlagi
Ah kenapa curhat sih hahahaha lagian udah mulai lupa sama EyD #mampus
btw inikan fanfic bahasa jaddiiii kalau ada bahasa selain Bahasa Indonesia di-italic ya~ walau cuma satu kata tetep di-italic. Kecuali nama orang, nama tempat, dan serumpunannya gitu.
ah apa lagi ya? Tulisannya udah rapi sih :3
Nah nah itu si Sharley, dia OC ya? Will she be Sehun's mate in the future? >////<
Dan itu, Jongiiiiin hahaha bau kuburan okay tampangnya emang rada madesu kadang-kadang, jadi gak tau kenapa image kuburan itu pas banget.
And the last, dasar Yehet. Oh Yehet terlalu 'ah'. Jadi pengen mukulin dia. Gak tau kenapa. Seenggaknya aku pengen dia gantiin Jongdae buat nyalurin listrik pribadi di rumah.
Tapi tetep fighting lah buat Yehet! :3
Ok, sekarang apa lagi? udah buntu.
Sorry kalau ini kepanjangan dan 80% isinya unimportant curhat semua :< aku emang gak pernah bisa ngekomen tanpa ocehan. Kebiasaan sih :3 Biar dikata alay yah i dont care about it fufu~
What a nice fanfic it is. I like it <33
Keep writing, fighting!!!
((gues who i am. Im sure you me hehehehehe))
clue: i stan 92line :3
Konnichiwa sensei!
BalasHapusI know who you are from the first time I saw your name and profile picture~ hihi~
Aw you know this is the nicest comment I've ever received since I made a fanfic~ sobs because you gave the long comment then I'll reply it so.
Well, this fanfic is inspired by percy jackson so yeah, its quite similar but I don't mean to copy uncle rick's novel. Percy jackson belongs to him, I made the other version for korean boys.
I'm apologizing for the mistakes that I made huhu check 3000 words carefully is making me dizzy seriously haha.
And I used to be silent reader to if the fics that I read isn't as great as I expect so yeah, I feel you! Lol.
Haha gapapa kali ya ngasih masukkan yang agak pedes, justru itu bikin ff yang aku buat semakin bagus hehe.
Masalah italic nih, aku emang suka lupa kalau aku nulis kata b.inggris, kirain semuanya aku tulis pake bahasa. Maafkan lah cewek cungkring yang satu ini ya kak dinda lmao.
Yap! Sharley itu OC, well, for the answer you can find it through the next parts haha
Sure, that's why I made Hades the god of underworld as Jongin's dad because jongin's aura is creepy indeed.
Hihi, aku sengaja buat image sehun nyebelin disini, well, basically he's annoying in real life so gampang banget buat dia jadi orang yang pengen dicolok matanya.
And thank you for giving such a touching comment for this absurd fanfiction plus reading and liking it a lot huhu you are really daebak, I love you♡
Senseiii? SENSSEEEII?
BalasHapusKonbawa heeheehee.
Ok thanks for knowing who i am.
Omgg thank youuuu gak nyangka deh ini komen berisi curhatan menjadi the nicest comment ;3;
I see, jadi PJ versi korean guys :3 Asik juga ngebayangin cowok dan cewek derp jadi demigod lmao.
Emang 3000 kata itu bikin pusing kalau dibaca ulang sih, apalagi di Ms. Word yang latarnya putih gitu ah bikin mataku 반짝 반짝 :33
Tapi usahain aja, kalau waktu ngetiknya gak usah dibaca ulang, ntar kalau udah selesai baru deh baca dan edit dari awal. Aku sih gitu dulunya hehe
I dont even think that you have same habit like me hahaha walau awalnya niat mau ngasih masukan buat authornya tapi ngetik masukan panjang lewat hp itu asdfghjkl banget :<
Bagus deh kamu bukan tipe yang gak suka dikasih masukan, kadang aku nemu author yang balas marah ketika fanficnya dikeritik pedas gitu. Ah awalnya niat baik tapi emang sih aku rada keras (?) ngasih masukan, dia ngeyel gitu hahahaha
Dia gak tahu aja aku dikasih kritikan pedas pas lagi unyu-unyu baru nyoba nulis waktu kelas 6 SD, bayangin aja masih labil setengah mati gitu dikata-katain gegara penulisanku ancur #kenapacurhat
NAH ITU!! Penyakit banget deh. Kadang emang gak sadar kalau nulis bahasa asing, makanya gak ke check. Pmsl, we have same habit again.
Karena dia OC aku penasaran, penampilan dia kek gimana. Ciri-cirinya gitu.
Emang cocok kalau Hades jadi Jongin's dad. Keduanya sama-sama creepy lmao. Dan Sehun!! Oh yehet Sehun di dunia nyata emang nyebelin, bahkan susah kalau bikin image Sehun itu cowok cool pendiam di fanfic, itu sih yang aku rasa hihi
Yehet you're welcome dear ㅋㅋㅋㅋㅋ ah your fanfiction isnt absurd at all :3 And thanks, you and your fanfiction are daebak too hahahaha Love you too <3
Keep writing, fighting!!!
it's nice to read a comment which is so long because you checked it carefully and i love it<3 haha.
HapusNAH OMG KKAEB SONG I FORGOOOOT, lupa nge describe sharley huhu how could i T___T
i promise i will describe her later in the ending maybe?
I LOVE YOU, THANK YOU FOR EVERYTHING (suddenly 10080)
HWAITING!
oh damn alzeya your fic is really amazing huhu i don't know anything about greek thingy and ur fic makes my mind go to anywhere yeaaah i laffin it<3
BalasHapusbut
Aku punya saran nih, gimana kalau bahasa gaulnya rada dikurangin hehe soalnya ini kan ceitanya zaman duluuu bgt ya hehe
and once again, sorry i just post my comment now huhu i am so busy T_T and i'll continue reading ur fic after my exams done i think T_T
keep writing authornim! Alzeya fighting~
SHIT WHY ARE YOU NOT USING YOUR REAL NAME PARAN-SSI?!
Hapusi thought you are someone who i don't know before because i don't see yixing on your account haha but i remembered your ex ;p
AW THANK YOU! hahaha it would confuse you if you have no idea about greek, but i hope i could describe it very well T_T
aweee okay! aku bakal kurangin deh, tapi actually it's modern era ._. and alasan aku buat bahasa kayak gitu karena gak mau terlalu baku karena aku gak jago hahaha but thank you! sarannya sangat zeya terima aweee
geez, why are you apologizing while its not even a false?! aw good luck for your exam and i hope the results are good!
without -nim please hahaha thank you ya! I LOVE YOU SO MUCHHHH FIGHTING!!!!